Informasi,  Intermezzo,  Lifestyle

Perusahaan Sukanto Tanoto Tanamkan Pentingnya Menjaga Kelestarian Alam Kepada Generasi Muda

Sumber: asianagri.com

Jalan panjang yang ditempuh Sukanto Tanoto dalam membangun grup Royal Golden Eagle (RGE) hingga menjadi salah satu grup bisnis terbesar di Indonesia tidak lantas membuatnya lupa akan tanggung jawab moral dan sosial yang diembannya. Kegiatan sosial juga aktif dilakukan bahkan terus dikembangkan. Sosialisasi akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan bahaya karhutla juga rutin dilakukan. Bukan hanya kepada masyarakat secara umum, generasi muda juga menjadi sasaran program pertanggungjawaban sosial perusahaan.

Asian Agri, salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto ini juga memiliki satu program yang khusus ditargetkan untuk menanamkan kesadaran akan bahaya karhutla kepada generasi muda. Melalui Duta Pencegahan Karhutla, diharapkan kasus pembakaran hutan dan lahan di sekitar area operasi Asian Agri bisa ditekan.

Cegah Karhutla Bersama Generasi Muda

Kasus kebakaran hutan dan lahan sudah lama menjadi perhatian grup bisnis RGE pimpinan Sukanto Tanoto. Lewat berbagai program, setiap unit bisnis di bawah grup RGE begitu aktif memerangi karhutla. Salah satunya adalah Asian Agri.

Meski dikenal sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia, Asian Agri memiliki kebijakan yang sangat ketat dalam menjalankan praktek bisnisnya. Deforestasi menjadi salah satu isu yang kerap menjadi perhatian perusahaan. Begitu juga dengan karhutla yang kerap melanda hutan dan lahan di sekitar area operasinya.

Untuk menekan kasus karhutla, Asian Agri kerap menggelar sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Ada beberapa pendekatan yang diambil. Selain menyasar masyarakat umum, Asian Agri juga menanamkan bahaya karhutla kepada anak-anak.

Duta Pencegahan Karhutla yang diselenggarakan pada 18 Oktober 2019 lalu merupakan salah satu program preventif yang menyasar generasi muda. Program ini diselenggarakan di SDN 10/VIII Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

Dalam program bertajuk Duta Pencegahan Karhutla tersebut, perusahaan Sukanto Tanoto menerangkan segala hal terkait kebakaran hutan dan lahan mulai dari pengertian, penyebab hingga dampak yang dapat ditimbulkan pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Selain menanamkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan bahaya karhutla kepada anak-anak, Asian Agri juga mendorong mereka untuk ikut menyebarkan pesan-pesan yang sama kepada para orang tua.

Perangi Karhutla Lewat Program Desa Bebas Api

Selain mencegah karhutla melalui program Duta Pencegahan, grup bisnis RGE juga memiliki satu program andalan untuk menekan kasus kebakaran hutan dan lahan, khususnya di sekitar area operasi. Program tersebut adalah program Desa Bebas Api.

Program Desa Bebas Api merupakan sebuah program yang digagas oleh APRIL Group dan berfokus pada aksi pencegahan dengan berpedoman pada lima pendekatan. Kelima pendekatan tersebut terdiri dari pemberian insentif, pemberdayaan pemimpin pencegahan karhutla, pendampingan pertanian yang berkelanjutan, pemantauan kualitas udara dan kampanye bahaya karhutla.

Sejak pertama kali dilaksanakan, program yang digagas oleh perusahaan Sukanto Tanoto ini berhasil merangkul sedikitnya 53 desa. Dari 53 desa, 30 desa di antaranya bahkan sudah masuk kategori bebas api dengan total luas wilayah 600.000 hektar.

Kasus karhutla di Indonesia berada pada tingkat yang memprihatinkan. Menurut data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dari Januari – Agustus 2019 tercatat ada 328.724 hektar hutan dan lahan yang terbakar. Dari total lahan yang terbakar, sebagian besar di antaranya berada di provinsi Riau.

Provinsi Riau sendiri merupakan salah satu area operasi grup bisnis pimpinan Sukanto Tanoto, yakni Royal Golden Eagle (RGE). Meski bukan pihaknya yang melakukan pembakaran hutan dan lahan, grup RGE memandang masalah ini sebagai masalah yang sangat serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *